Penulis: Ditresnarkoba

DIRRESNARKOBA POLDA SUMBAR LAKSANAKAN PENCANANGAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBBM

PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS DITRESNARKOBA POLDA SUMBAR DIDEPAN SELURUH PERSONEL DITRESNARKOBA POLDA SUMBAR

Mapolda Sumbar – Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, S.I.K, M.Si laksanakan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di lingkungan Satker Ditresnarkoba Polda Sumbar dan dihadapan seluruh personel Ditresnarkoba Polda Sumbar.

Kegiatan pencanangan ini dilakukan di Ruang Rapat Mapolda Sumbar dan dihadiri oleh Direktur, Wakil Direktur, para PJU dan seluruh personel Ditresnarkoba Polda Sumbar. Dalam rangkaian kegiatan ini disimpulkan bahwa Ditresnarkoba Polda Sumbar Siap Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Bersih Bebas Melayani.

Kemudian dihadapan para Pejabat Utama Ditresnarkoba Polda Sumbar, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar menandatangani Pakta Integritas kemudian diikuti oleh seluruh personel Ditrenarkoba Polda Sumbar.

Foto bersama setelah dilaksanakan Pencanganan Pembangunan Zona Integritas

Disisi lain, kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas ini juga dilakukan di ruang terbuka dan dan dipublikasikan secara luas dengan maksud agar semua pihak dari eksternal maupun internal Polri dapat memantau, mengawal, mengawasi dan berperan serta dalam program kegiatan reformasi birokrasi di lingkungan Satker Ditresnarkoba Polda Sumbar

Diakhir kegiatan, penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas disaksikan oleh seluruh personel yang hadir dan diserahkan kepada masing-masing Ketua Program untuk melaksanakan Zona Integritas ini dilingkungan Satker Ditresnarkoba Polda Sumbar.

Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) merupakan kegiatan yang menunjukan keseriusan dan kemauan unit kerja untuk melakukan  perubahan pada jajarannya menuju WBK/WBBM dan menjadi awal dimulainya pembangunan Zona Integritas hingga tercapainya WBK/WBBM. Tujuan dan harapan terselenggaranya kegiatan pencanangan pembangunan ZI-WBK/WBBM ini adalah sebagai penyemangat dalam menumbuhkan budaya integritas yang tinggi secara professional dan akuntabel di Lingkungan Ditrenarkoba Polda Sumbar dimana “Predikat sebagai Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) yang akan diberikan kepada instansi pemerintah khususnya di Lingkungan Polri agar dapat terwujudnya pelayanan prima terhadap masyarakat” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan “Pembangunan Zona Integritas tidak hanya berhenti pada predikat saja, namun harus benar-benar diamalkan dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perilaku sehari-hari”.

DITRESNARKOBA POLDA SUMBAR GELAR YASINAN BERSAMA ANAK YATIM

Dirresnarkoba Polda Sumbar bersama ustad dan anak yatim

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar beserta para Pejabat Utama dan seluruh personel mengadakan yasinan bulanan bersama anak yatim sebanyak 40 (empat puluh) orang dari Musholla Al-Ikhlas Pasar Lalang Kelurahan Belimbing Kota Padang dan didampingi oleh Ustad Muhammad Imam Sidiq.

Diawali dengan kata sambutan oleh Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, S.I.K., M.Si selaku pimpinan acara menyampaikan bahwa acara yasinan bulanan ini merupakan pelaksanaan “BINROHTAL” Pembinaan Rohani dan Mental Personel Ditresnarkoba Polda Sumbar.

Diharapkan dengan dilaksanakannya yasinan bersama anak yatim ini, kita semua berdoa memohon kepada Allah SWT, agar senantiasa dalam lindungan-Nya, diberi kesehatan dan keselamatan baik di dunia maupun diakhirat. “Semoga pula dapat menjadi amalan ibadah yang bermanfaat dan pahala,” pungkasnya.

“Selain itu, yasinan dengan para anak yatim juga diharapkan dapat meningkatkan kesalehan sosial dan juga menumbuhkembangkan rasa kasih sayang terhadap sesama. Apalagi menyantuni anak yatim dapat membuka pintu kebaikan dan menjadi ladang ibadah jika semuanya itu disertai dengan hati yang ikhlas” tambahnya.

Diakhir acara, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar membagikan santunan kepada anak yatim yang hadir dalam acara yasinan bersama dengan harapan semoga dapat meringankan beban bagi yang membutuhkan sehingga dapat memupuk rasa empati diri kita sesama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Dirresnarkoba Polda Sumbar Musnahkan Barbuk Narkoba Jenis Sabu 2.9 Kg

Padang – Ditresnarkoba Polda Sumbar dibawah pimpinan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, S.I.K., M.Si bersama Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K,. M.Si. memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu bertempat di Mapolda Sumbar, Kamis (18/03/2021)

“Hari ini kita akan melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2.917,885 gram hasil dari operasi penangkapan 2 bulan yang lalu, dimulai pada awal tahun ini”, pungkas Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar kepada sejumlah yang hadir pada kegiatan tersebut.

Pemusnahan barang bukti tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Padang, LBH, Wadirresnarkoba, PJU Ditresnarkoba, personil Ditresnakoba dan para wartawan yang menyaksikan jalannya kegiatan tersebut.

Meski di tengah pandemi Covid 19 ini, peredaran narkoba masih terus terjadi di wilayah Sumatera Barat ini.

“Narkoba bisa menyerang siapa saja, melakukan deteksi dini penyalahgunaan narkoba merupakan langkah utama dalam memerangi narkoba, jadilah mata dan telinga kami untuk memeranginya”, tambahnya.

Setelah berlangsung sekitar 2 jam, kegiatan pemusnahan barang bukti ini sudah dilaksanakan dan Dirresnarkoba selaku pimpinan kegiatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait dalam berlangsungnya kegiatan ini.

/Dok. Raka A. Jerry

DAMPAK KECANDUAN NARKOBA

Tentang Narkoba ⋆ Belajar Menulis Indonesia

Tahukah anda bahwa menghirup lem, pengencer cat atau bensin untuk mendapatkan efek euforia sesaat dapat memberikan dampak buruk pada tubuh seperti mengalami koordinasi yang buruk, tremor,detak jantung yang tidak teratur bahkan kerusakan otak.


Kecanduan obat adalah ketergantungan pada obat yang legal atau ilegal. Kecanduan pada narkoba merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat mengendalikan penggunaan narkoba dan menginginkan penggunaan obat walaupun dapat menimbulkan bahaya. Kecanduan narkoba menyebabkan keinginan kuat untuk selalu mengkonsumsi narkoba.

Pada umumnya penggunaan narkoba dimulai karena pengaruh dari lingkungan sosial. Resiko terjadinya kecanduan dan kecepatan terjadinya kecanduan tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi. Beberapa obat memiliki resiko lebih tinggi dan menyebabkan ketergantungan menjadi lebih cepat dari pada yang lain.

Seiring waktu, seseorang membutuhkan dosis lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Seseorang yang sudah mengalami kecanduan membutuhkan obat sesegera mungkin agar dapat merasa lebih baik. Ketika dosis narkoba yang dibutuhkan semakin meningkat maka semakin sulit untuk menghentikan ketergantungan.

 Kecanduan narkoba dapat menyebabkan masalah serius untuk jangka panjang, seperti terjadinya masalah kesehatan fisik, mental, hubungan, kerja, dan hukum. Pada umumnya seseorang yang sudah mengalami ketergantungan pada narkoba membutuhkan orang lain untuk membantu menghentikan penggunaan narkoba. Seseorang yang ingin terlepas dari kecanduan narkoba membutuhkan program pengobatan yang diawasi oleh dokter, keluarga, teman, atau kelompok pendukung untuk mengatasi kecanduan narkoba dan tetap bebas narkoba.

Gejala ketergantungan narkoba dan perubahan perilaku
Gejala atau perubahan perilaku pada orang yang mengalami kecanduan narkoba antara lain :

  • Merasa bahwa harus menggunakan obat secara teratur .
  • Memiliki keinginan kuat untuk mengkonsumsi narkoba.
  • Seiring waktu, membutuhkan narkoba dengan dosis lebih banyak dari sebelumnya untuk mendapatkan efek yang sama.
  • Berusaha untuk selalu memiliki ketersediaan narkoba.
  • Menghabiskan uang hanya untuk membeli narkoba.
  • Tidak dapat memenuhi kewajiban dan tanggung jawab untuk pekerjaan.
  • Melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan narkoba, seperti mencuri.
  • Hidupnya menjadi terfokus dengan narkoba.
  • Mengalami gejala ketergantungan ketika berhenti mengkonsumsi narkoba.

Mengenali tanda-tanda penggunaan narkoba
Tanda dan gejala penggunaan narkoba bergantung pada jenis obat.

  1. Obat yang mengandung mariyuana, ganja, dan zat ganja.
    Pada umumnya penggunaan ganja adalah melalui merokok, dimakan, atau menghirup obat yang menguap. Ganja sering digunakan bersama dengan zat lain, seperti alkohol atau obat-obatan terlarang lainnya. Tanda dan gejala penggunaan awal adalah :
       – Mengalami euforia yang tinggi
       – Mengalami peningkatan penglihatan, pendengaran, dan persepsi rasa
       – Mengalami peningkatan tekanan darah dan denyut jantung
       – Mengalami mata merah
       – Mengalami mulut kering
       – Mengalami penurunan koordinasi
       – Kesulitan berkonsentrasi atau mengingat
       – Mengalami pengingkatan nafsu makan
       – Mengalami pemikiran yang paranoid

    Tanda dan gejala penggunaan jangka panjang, seperti :
       – Penurunan ketajaman mental
       – Penurunan kinerja di sekolah atau kerja
       – Mengalami penurunan jumlah teman dan kepentingan
     
  2. Obat yang mengandung ganja sintetis dan subtituen katinona
    Tanda dan gejala penggunaan awal ganja sintetis :
       – Mengalami peningkatan euforia
       – Merasa rileks
       – Perubahan penglihatan dan persepsi pendengaran dan rasa
       – Mengalami kecemasan yang berlebihan
       – Mengalami paranoia
       – Mengalami halusinasi
       – Mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah
       – Muntah
       – Mengalami kebingungan.
    Subtituen katinona adalah zat psikoaktif yang mirip dengan amfetamin seperti ekstasi dan kokain.

    Tanda dan gejala penggunaan awal adalah :
       – Terjadi peningkatan semangat atau euphoria
       – Mengalami pengingkatan energi
       – Mengalami peningkatan keinginan seks
       – Mengalami peningkatan denyut jantung dan tekanan darah
       – Mengalami nyeri dada
       – Mengalami paranoia
       – Mengalami serangan panik
       – Mengalami halusinasi
       – Mengigau
       – Mengalami perilaku psikotik dan menjadi keras
     
  3. Obat yang mengandung barbiturat dan benzodiazepam
    Barbiturat dan benzodiazepam pada umumnya digunakan oleh dokter untuk mengatasi depresi pada sistem saraf pusat. Dua golongan obat ini sering digunakan dan disalah gunakan untuk mendapatkan sensasi relaksasi atau keinginan untuk melupakan sejenak beban pikiran atau stress.
    Contoh obat yang termasuk golongan barbiturat adalah phenobarbital.
    Contoh obat yang termasuk benzodiazepin seperti diazepam, alprazolam, lorazepam, clonazepam, dan chlordiazepoxide.
    Tanda dan gejala penggunaan awal kedua golongan obat tersebut adalah :
       – Mudah mengantuk
       – Berbicara cadel
       – Kurang koordinasi
       – Mengalami euforia atau perasaan nyaman berlebihan
       – Mengalami kesulitan untu berkonsentrasi atau berpikir
       – Mengalami masalah pada memori
       – Mata bergerak-gerak dengan sengaja
       – Mengalami kesulitan nafas dan penurunan tekanan darah
       – Mengalami pusing
       – Mengalami depresi
     
  4. Methamphetamine dan kokain
    Kedua golongan ini digunakan dan disalahgunakan untuk meningkatkan energi, untuk meningkatkan kinerja di tempat kerja atau sekolah, atau menurunkan berat badan atau mengontrol nafsu makan.
    Tanda dan gejala penggunaan awal adalah :
       – Perasaan gembira dan percaya diri yang berlebihan
       – Peningkatan kewaspadaan
       – Peningkatan energi dan kegelisahan
       – Mengalami perubahan perilaku
       – Berbicara menjadi cepat atau bertele-tele
       – Mengalami delusi dan halusinasi
       – Mengalami perubahan suasana hati atau lekas marah
       – Perubahan denyut jantung dan tekanan darah
       – Mengalami mual atau muntah yang diikuti dengan penurunan berat badan
       – Mengalami masalah pada pemahaman
       – Mengalami hidung tersumbat dan kerusakan pada selaput lendir hidung (jika menggunakan narkoba yang dihisap)
       – Mengalami kesulitan tidur
       – Mengalami paranoia
       – Mengalami depresi jika kadar obat dalam tubuh hilang
     
  5. Inhalasi
    Tanda dan penggunaan inhalasi bervariasi dan tergantung pada kandungan obat yang dihirup. Beberapa zat atau obat yang dihirup adalah zat yang berada pada lem, pengencert cat, bensin, dan cairan pembersih. Karena zat-zat ini memiliki sifat beracun maka pengguna dapat mengalami kerusakan otak.
    Tanda dan gejala yang terjadi pada penggunaan awal adalah :
       – Menggunakan zat inhalan tanpa alasan yang jelas
       – Mengalami euforia sesaat
       – Mengalami pusing
       – Mengalami mual atau muntah
       – Mengalami gerakan mata yang acak
       – Mengalami detak jantung yang tidak teratur
       – Mengalami tremor
       – Mengalami ruam disekitar hidung dan mulut
       – Bicara menjadi cadel, gerakan lambat, dan memiliki koordinasi yang buruk

Penyebab ketergantungan obat/narkoba
Terjadinya ketergantungan narkoba dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti :

  • Faktor lingkungan
    Faktor dari lingkungan yang dapat mempengaruhi adalah seperti kondisi keluarga, perilaku, dan bergaul dengan orang yang menggunakan narkoba. Faktor tersebut merupakan faktor utama penggunaan awal narkoba.
  • Faktor genetika
    Faktor keturunan memiliki peran membantu terjadinya kecanduan narkoba. Faktor keturunan dapat menyebabkan penundaan atau mempercepat perkembangan penyakit.
  • Perubahan pada otak
    Kecanduan pada umumnya terjadi setelah penggunaan berulang obat. Obat adiktif dapat menyebabkan perubahan fisik untuk beberapa sel saraf (neuron) di otak. Perubahan otak karena dampak penggunaan obat tidak dapat kembali normal bahkan setelah penghentian penggunaan obat.

Faktor resiko terjadinya ketergantungan obat/narkoba
Semua ornag dari segala usia, jenis kelamin, atau status ekonomi dapat mengalami ketergantungan narkoba. Namun terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemungkinan dan mempercepat terjadinya ketergantungan.

  • Memiliki riwayat keluarga yang ketergantungan narkoba
    Memiliki hubungan darah seperti orang tua atau saudara yang kecanduan pada alkohol atau narkoba  maka seseorang memiliki resiko lebih besar mengalami kecanduan pada narkoba.
  • Faktor jenis kelamin
    Pria memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kecanduan narkoba dari pada wanita. Namun perkembangan terjadinya ketergantungan lebih cepat terjadi pada wanita.
  • Memiliki gangguan kesehatan pada mental
    Memiliki gangguan kesehatan mental seperti depresi atau gangguan stress pasca trauma maka dapat meningkatkan resiko terjadinya ketergantungan pada narkoba.
  • Pengaruh dari teman-teman yangan mengalami kecanduan narkoba dapat meningkatkan terjadinya ketergantungan obat/narkoba.
  • Situasi keluarga yang tidak harmonis atau kurangnya hubungan dengan orang tua atau saudara kandung dapat meningkatkan resiko terjadinya kecanduan narkoba.
  • Terjadinya kecemasan, depresi, dan kesepian dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya ketergantungan pada narkoba.
  • Penggunaan obat yang menyebabkan ketergantungan seperti penggunaan stimulan, kokain, atau obat penghilang rasa sakit dapat mengakibatkan lebih cepat terjadinya ketergantungan pada narkoba.

Dampak kecanduan narkoba
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan dampak kerusakan pada kehidupan sosial dan kesehatan, seperti :

  • Seseorang yang mengalami kecanduan narkoba memiliki resiko lebh tinggi mengalami penyakit menular seperti HIV melalui hubungan seks yang tidak aman atau penggunaan bersama jarum.
  • Kecanduan narkoba dapat menyebabkan masalah kesehatan untuk jangka pendek atau panjang. Hal ini tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi.
  • Kecanduan narkoba dapat menyebabkan seseorang terdorong untuk melakukan kegiatan yang berbahaya ketika berada dibawah pengaruh narkoba.
  • Kecanduan narkoba dapat meningkatkan keinginan untuk bunuh diri.
  • Perubahan perilaku karena kecanduan narkoba dapat menyebabkan terjadinya masalah perkawinan atau perselisihan keluarga.
  • Penurunan kinerja di tempat kerja karena efek dari kecanduan narkoba dapat menyebabkan terjadinya masalah kerja bahkan kehilangan pekerjaan.
  • Penggunaan narkoba dapat berdampak negatif pada kemampuan akademik di sekolah.
  • Memiliki obat-obatan terlarang tanpa resep dokter dapat menyebabkan terjadinya masalah hukum.
  • Seseorang yang mengalami ketergantungan narkoba dapat menggunakan semua uangnya untuk membeli narkoba sehingga ketergantungan narkoba juga dapat menjadi pemicu masalah keuangan.

Narkoba hanya memberi dampak buruk dan kehancuran. Hindari narkoba untuk kehidupan yang lebih baik.

Jika Sahabat Viva memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan kirimkan melalui:

  1. Layanan Tanya Jawab Kesehatan melalui SMS Hotline atau Whatsapp di nomor 0812 919 08500
  2. Konsultasi Online pada hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB

Pertanyaan anda akan dijawab langsung oleh tenaga kesehatan kami. Kunjungi juga akun Instagram @vivahealthindonesiaFanpage VivaHealthIndonesia dan Twitter@vivahealthID untuk melihat jadwal kegiatan Apotek Viva di kota Anda dan info kesehatan lainnya.

Sumber :

  1. Mayo Clinic. (2014, 05 Desember). Drug Addiction. Diperoleh 27 Februari 2017 dari : http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/basics/symptoms/con-20020970

Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan

Dampak Narkoba Terhadap Pelajar - Kompasiana.com

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.

Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.

Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.

BAHAYA NARKOBA BAGI PELAJAR DAN REMAJA

Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:
Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.Jenis narkoba juga adalah termasuk ganja. Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.

Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

Ada beberapa jenis narkoba yaitu

Yang termasuk jenis Narkotika adalah :

Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb. Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:
Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.
Jenis Narkoba menurut efeknya

Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:

Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.
Penyalahgunaan narkoba disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut:

Kurangnya Pengendalian Diri
Orang yang coba-coba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan narkoba.

Konflik Individu/Emosi Yang Belum Stabil
Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.

Terbiasa Hidup Senang / Mewah
Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan.

Lingkungan sosial
Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.

Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home.

Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.

Kepribadian
Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani

Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya

Ada beberapa gejala-gejala bagi pengguna narkoba

Tanda atau gejala kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba pada seseorang dapat dilihat dalam beberapa hal berikut :

Gejala fisik, antara lain :
Berat badan turun drastic
Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan
Buang air besar dan buang air kecil kurang lancer
Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas
Emosi, antara lain :
Sangat sensitif dan cepat merasa bosan
Bila ditegur atau dimarahi, menunjukkan sikap membangkang
Emosi naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
Nafsu makan tidak menentu
Perilaku
Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit, dan pulang tengah malam
Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitu pun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang
Selalu kehabisan uang
Waktu di rumah kerap dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, dan tempat-tempat sepi lainnya.
Takut dengan air dan malas mandi. Apabila terkena air akan terasa sakit.
Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan.
Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
Sering menguap
Mengeluarkan keringat berlebihan
Sering mimpi buruk
Sering nyeri di kepala

Tanda-tanda fisik Penyalahgunaan Narkoba
Kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi,kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik).

Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di rumah
Membangkang terhadap teguran orang tua, tidak mau mempedulikan peraturan keluarga, mulai melupakan tanggung jawab rutin di rumah, malas mengurus diri, sering tertidur dan mudah marah, sering berbohong, banyak menghindar pertemuan dengan anggota keluarga lainnya karena takut ketahuan bahwa ia adalah pecandu, bersikap kasar terhadap anggota keluarga lainnya dibandingkan dengan sebelumnya, pola tidur berubah, menghabiskan uang tabungannya dan selalu kehabisan uang, sering mencuri uang dan barang-barang berharga di rumah, sering merongrong keluarganya untuk minta uang dengan berbagai alasan, berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya, sering pulang lewat jam malam dan menginap di rumah teman, sering pergi ke disko, mall atau pesta, bila ditanya sikapnya defensive atau penuh kebencian, sekali-sekali dijumpai dalam keadaan mabuk.

Tanda-tanda Penyalahgunaan Narkoba ketika di sekolah
Prestasi belajar di sekolah tiba-tiba menurun mencolok, perhatian terhadap lingkungan tidak ada, sering kelihatan mengantuk di sekolah, sering keluar dari kelas pada waktu jam pelajaran dengan alasan ke kamar mandi, sering terlambat masuk kelas setelah jam istirahat; mudah tersinggung dan mudah marah di sekolah, sering berbohong, meninggalkan hobi-hobinya yang terdahulu (misalnya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga yang dahulu digemarinya), mengeluh karena menganggap keluarga di rumah tidak memberikan dirinya kebebasan, mulai sering berkumpul dengan anak-anak yang “tidak beres” di sekolah.

Adapun bahaya narkoba bagi remaja dan pelajar adalah sebagai berikut:

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan efek negatif yang akan menyebabkan gangguan mental dan perilaku, sehingga mengakibatkan terganggunya sistem neuro-transmitter pada susunan saraf pusat di otak. Gangguan pada sistem neuro-transmitter akan mengakibatkan tergangunya fungsi kognitif (alam pikiran), afektif (alam perasaan, mood, atau emosi), psikomotor (perilaku), dan aspek sosial.

Berbagai upaya untuk mengatasi berkembangnya pecandu narkoba telah dilakukan, namun terbentur pada lemahnya hukum. Beberapa bukti lemahnya hukum terhadap narkoba adalah sangat ringan hukuman bagi pengedar dan pecandu, bahkan minuman beralkohol di atas 40 persen (minol 40 persen) banyak diberi kemudahan oleh pemerintah. Sebagai perbandingan, di Malaysia jika kedapatan pengedar atau pecandu membawa dadah 5 gr ke atas maka orang tersebut akan dihukum mati.

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.

Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.

Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh (Yusuf, 2004: 34).

Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:

  • Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
  • Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
  • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
  •  Sering menguap, mengantuk, dan malas,
  • Tidak mempedulikan kesehatan diri,
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba


Dampak narkoba terhadap fisik Pemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik sebagai berikut:

  • Berat badannya akan turun secara drastis.
  • Matanya akan terlihat cekung dan merah.
  • Mukanya pucat.
  • Bibirnya menjadi kehitam-hitaman.
  • Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah.
  • Buang air besar dan kecil kurang lancar.
  • Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

Dampak narkoba terhadap emosi Pemakai narkoba akan mengalami perubahan emosi sebagai berikut:

  • Sangat sensitif dan mudah bosan.
  • Jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan sikap membangkang.
  • Emosinya tidak stabil.
  • Kehilangan nafsu makan.

Dampak narkoba terhadap perilaku Pemakai narkoba akan menunjukkan perilaku negatif sebagai berikut:

  • Malas
  • Sering melupakan tanggung jawab
  • Jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
  • Menunjukan sikap tidak peduli
  • Menjauh dari keluarga
  • Mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
  • Menggadaikan barang-barang berharga di rumah
  • Sering menyendiri Menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
  • Takut akan air
  • Batuk dan pilek berkepanjangan
  • Bersikap manipulative Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
  • Sering menguap
  • Mengaluarkan keringat berlebihan
  • Sering mengalami mimpi buruk
  • Mengalami nyeri kepala
  • Mengalami nyeri/ngilu di sendi-sendi tubuhnya

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yaitu sebagai berikut:

Jangan pernah untuk mencoba-coba menggunakan narkotika, kecuali atas dasar pertimbangan medis atau dokter. Mengetahui akan berbagai macam dampak buruk narkoba. Memilih pergaulan yang baik dan jauhi pergaulan yang bisa mengantarkan kita pada penyalahgunaan narkotika.
Memiliki kegiatan-kegiatan yang positif, berolahraga atau pun mengikuti kegiatan kegiatan organisasi yang memberikan pengaruh positif baik kepada kita. Selalu ingatkan bahwasannya ancaman hukuman untuk penyalah guna Narkoba, apalagi bagi pengedar Narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, masak bersama, beres-beres bersama nonton bersama keluarga. Bila mempunyai masalah maka cari jalan keluar yang baik dan jangan jadikan narkoba sebagai jalan pelarian. Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.

Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang.

Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.

Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Memberikan informasi dan pengetahuan yang benar dan jelas mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba ini kepada anak-anak generasi muda kita sebelum anak-anak mengetahui dari teman-temannya yang bisa jadi memberikan pengertian yang salah atau malah sebaliknya.

Seharusnya pemberian informasi yang akurat dan jelas harus juga diberikan oleh sekolah-sekolah sebagai salah satu sub-kurikulum yang wajib diikuti oleh setiap anak. Informasi mengenai jenis-jenis narkoba. Dampak bila menggunakannya, dampaknya bagi organ-organ tubuh kita serta dampak dari segi hukumnya bila tertangkap memiliki, menggunakan atau mengedarkan narkoba, Penyakit yang dapat diderita sebagai akibat pemakaian narkoba.

Orang tua selalu tanggap lingkunga di rumah mereka sendri, di mana anak-anak mereka tumbuh. Orang tua harus selalu sadar akan perubahan-perubahan kecil dari perilaku sang anak.

Perubahan-perubahan masa puber dan peralihan anak menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, tidak sama dengan perubahan perilaku seorang anak yang mulai ter ekspos pada narkoba, atau yang sudah terpengaruh akibat dampak kecanduan narkoba.

Orangtua juga perlu waspada dan mengetahui akan ciri tanda anak mulai menggunakan narkoba sehingga bisa secara lebih dini diobati dan direhabilitasi secepatnya.

Kita sebaiknya bekerjasama dengan lingkungan rumah kita seperti dengan ketua RT, RW, dsb. Terutama dengan tetangga yang mempunyai anak seusia atau yang lebih tua dari anak kita. Menjalin hubungan yang baik dengan para tetangga selalu mendatangkan kenyamanan dan keamanan bagi kita.

Kita bisa membuat sistem pemantauan keamanan bersama tetangga lainnya yang juga melibatkan ketua RT untuk memantau keamanan umum dan memantau bila ada anak-anak di RT kita yang disinyalir menggunkan narkoba. Bila sistem yang dibangun bersama para tetangga itu kuat, dijamin gejala-gejala penyalahgunaan narkoba di pemukiman kita akan terdeteksi dan dapat tertanggulangi dengan cepat dan baik.

Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.

Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

sumber:http://indokku.com/2017/06/13/artikel-bahaya-narkoba-bagi-remaja-dan-pelajar/

Tingkatkan Kemampuan Personil, Ditresnarkoba Polda Sumbar Laksanakan Latihan Menembak

Dalam rangka meningkatkan kemampuan personil Polri dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi kepolisian, Ditresnarkoba Polda Sumbar latihan menembak di Lapangan Tembak SPN Polda Sumbar di Padang Besi pada tanggal 25 Februari 2021.

Dibawah Pimpinan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, S.IK,.M.Si, selaku Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, latihan menembak yang diadakan tersebut diikuti oleh seluruh personil Ditresnarkoba Polda Sumbar. Selain untuk menambah skil dalam menembak dengan menggunakan senpi genggam dan senpi bahu, latihan ini berguna untuk menambah jiwa korsa dan solidaritas antar sesama personil Ditresnarkoba Polda Sumbar, pungkas beliau.

Dalam tugas-tugas kepolisian kedepan yang semakin berat, ditambah dengan kasus-kasus peredaran narkoba yang berada di wilayah Sumatera Barat yang menjadi fokus kita untuk memerangi dan memberantas pelaku narkoba itu sendiri, diharapkan seluruh personil Ditresnarkoba Polda Sumbar melaksanakan tugas ini dengan penuh ikhlas dan rasa tanggung jawab demi terciptanya situasi kamtibamas yang aman, nyaman dan kondusif dari peredaran gelap narkoba itu sendiri, tambahnya.

Foto bersama oleh personil Ditresnarkoba Polda Sumbar

Dirresnarkoba Polda Sumbar beri arahan tentang Rencana Membangunan Zona Integritas menuju WBK

Dalam kesempatan pertama pada saat apel pagi yang dilaksanakan di Mapolda Sumbar, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, S.I.K, M.Si memberi arahan dan petunjuk tentang rencana membangun Zona Integritas menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) di Lingkungan Satker Ditresnarkoba Polda Sumbar.

Kabar baik ini didasari oleh Surat Kapolda Sumbar tentang Satker yang diajukan untuk membangun ZI menuju WBK tersebut yang didalamnya terdapat satker Ditresnakoba Polda Sumbar.

Dalam arahan tersebut, Direktur memaparkan bagaimana langkah awal setiap Satuan Kerja dalam Pembangunan zona integritas sejatinya bertujuan untuk membangun program reformasi birokrasi sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Harapan kedepannya, Satker kita ini lolos dalam pengujian oleh Tim Penguji dari eksternal dan internal sehingga penerapan maksud dan tujuan dari zona integritas ini dapat berjalan dengan optimal dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di wilayah Sumatera Barat ini. tambahnya.

PRESS RELEASE

ditresnarkoba_sumbar's profile picture

ditresnarkoba_sumbar

#Repost@humaspoldasumbar
• • • • • •
Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, pihaknya menyita sebanyak 2 kilogram sabu dari seorang pengedar.

“Dengan pengungkapan 2 kilogram sabu ini, kami menyelamatkan 10 ribu masyarakat generasi penerus dari ancaman narkoba,” kata Dirnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmad Idnal, S.Ik didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik, Selasa (9/2) di Mapolda Sumbar.

Diceritakan, seorang pelaku berinisial YA (30) warga Kelurahan Simpang Haru Kecamatan Padang Timur, Kota Padang ini, ditangkap di depan Bank BRI Jl. M. Hatta Kelurahan Cupak Tangan Kecamatan Pauh.

“Barang bukti sekitar 2 kilogram sabu ditemukan di rumah orang tuanya di Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh, Kota Padang,” ujarnya.

Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(*)

@divisihumaspolri
@ditresnarkoba_sumbar
@reserseindonesia
@narkoba_polri